Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

ASAL - USUL KERAPAN SAPI


  1. Pada Zaman dahulu kala ada seorang penyebar agama islam. Yang bernama "Syech Ahmad Baidawi" beliau di kenal dengan sebutan Pangeran Katandur yang berasal dari kata Tandur yang berarti menanam atau ahli pertanian. Beliau adalah penyebar agama islam di Sumenep. Selain menyebar agama islam beliau juga ahli bercocok tanam. Pangeran Katandur adalah putra dari pangeran dari Pangeran Pakaos yang merupakan cucu dari Sunann kudus.
    Pangeran Katandur menyebarkan agama islam dengan cara bercocok tanam (bertani). Beliau mengerjakan atau mengelola pertanian dengan alat tradisional atau alat pembajak tanah yang disebut Nanggala/Salaga yaitu dua buah bambu yang ditarik oleh 2 (dua) ekor sapi. Maka sampai sekarang dikenal dengan sebutan Kerapan Sapi. Itulah asal-usul dari kerapan sapi. Kerapan sapi sampai sekarang menjadi kebudayaan masyarakat Madura/ ikon. Kerapan sapi sampai sekarang menjadi kebudayaan masyarakat Madura, Nusantara, bahkan Manca Negara sekalipun. Sampai sekarang karapan sapi diadakan setiap tahun, yitu untuk menyambut hasil panen. Dalam perlombaan kerapan sapi dikenal beberapa tingkatan yaitu Kewedaan, Kabupaten dan terakhir kresidenan. Sedangkan Karapan Sapi yang diadakan setiap bulan Agustus-Oktober adalah puncak perlombaan Karapan Sapi yang biasa dilakukan di Kabupaten Pamekasan. Menjelang malam pelaksanaan Karapan Sapi ditingkat Kresidenan selalu dilakukan pertemuan antar Penggemar kerapan sapi yang disebut dengan Gubengan (Tumpah Ruahnya para penggemar Kerapan sapi se Madura)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar